Hikmah
"Tahanlah diri jika seseorang menceritakan dirinya sendiri, tak perlu ikut sibuk menceritakan diri kita sendiri agar tampak lebih dari dia. Biarlah dia bahagia dengan ceritanya."
Kategori
Blogging
Buletin Studia
Kisah Nabi dan Rosul
Kisah Teladan
Film
Chat With ME
Komentar Terakhir
Eh, Primbon Itu Warisan...
Terima kasih
Yup, emang website ini dibuat pake...
01/11/08 23:15 More...
By Jurmansyah

Eh, Primbon Itu Warisan...
Komentar
Bener mas..... Emang gw dari dulu gak...
01/11/08 22:36 More...
By Abid Famsya

Raja 'Short-Selling', Raup Rp...
bermanfaat?
Apakah dengan kesuksesan itu dia...
21/10/08 08:56 More...
By Agung Mojosari

Raja 'Short-Selling', Raup Rp...
Set dah!
Jago banget tu orang
19/10/08 20:19 More...
By kaka

Add My Friendster
Page Rank
Page Rank
Statistic
mod_vvisit_counterToday123
mod_vvisit_counterYesterday197
mod_vvisit_counterThis week320
mod_vvisit_counterThis month925
mod_vvisit_counterAll16085
Search
Enter Your Keyword :
Allah Maha Pengampun
 
Views 48

Di zaman Nabi Musa ada seorang fasik yang suka melakukan kejahatan. Penduduk negeri tersebut tidak mampu lagi mencegah perbuatannya, lalu mereka berdoa kepada Allah. Maka Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa supaya mengusir pemuda itu dari negerinya agar penduduknya tidak ditimpa bencana. Lalu keluarlah pemuda tersebut dari kampunganya dan sampai disuatu kawasan yang luas, dimana tidak seekor burung atau manusia pun di situ.

Selang beberapa hari pemuda itu jatuh sakit. Merintihlah ia keseorangan, lalu berkata: "Wahai Tuhanku, kalaulah ibuku, ayahku dan isteriku berada di sisiku sudah tentu mereka akan menangis melihat waktu akan memisahkan aku dengan mereka (mati). Andaikata anak-anakku ada di sisi pasti mereka berkata: "Ya Allah, ampunilah ayah kami yang telah banyak melakukan kejahatan sehingga ia diusir dari kampungnya ke tanah lapang yang tidak berpenghuni dan keluar dari dunia menuju akhirat dalam keadaan putus asa  dari segala sesuatu kecuali rahmat-Mu ya Allah."

Akhir sekali pemuda itu berkata: Ya Allah, janganlah Kau putuskan aku dari rahmat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa terhadap sesuatu." Seterlah berkata maka matilah pemuda itu.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, firmannya: "Pergilah kamu ke tanah lapang di sana ada seorang wali-Ku telah meninggal. Mandikan, kapankan dan sembahyangkanlah dia." Setiba di sana Nabi Musa mendapati yang mati itu adalah pemuda yang diusirnya dahulu. Lalu Nabi Musa berkata: "Ya Allah, bukankah dia ini pemuda fasik yang Engkau suruh aku usir dahulu." Allah berfirman: "Benar. Aku kasihan kepadanya disebabkan rintihan sakitnya dan berjauhan dari kaum keluarganya. Apabila seseorang yang tidak mempunyai saudara mati, maka semua penghuni langit dan bumi akan sama menangis kerana kasihan kepadanya. Oleh kerana itu bagaimana Aku tidak mengasihaninya sedangkan Aku adalah zat Yang Maha Penyayang di antara penyayang."

Published in : , Kisah Teladan

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

Home   |    Links   |    Articles   |    Guestbook   |    Downloads   |    Contact