Minggu, 06 Desember 2009 - 15:49:51 WIB
Surat Sore Itu
Diposting oleh : Jurmansyah
Kategori: Artikel Bebas - Dibaca: 106 kali


Kota Intan Hitam
dalam Penghujung Hujan,
25 September 2009

Kepada Dia yang membentuk singgasana surga nan gemerlap. Dia mengatur dunia seorang diri. Dia yang dalam kegelapan hatiku, menyinarkan cahaya yang tidak terlihat. Dia yang menciptakan cahaya kebijaksanaan untuk membahagiakan jiwa, Dia juga menganugerahkan sinar di wajah dan mata yang indah. Dia menebarkan permata yang berkilau dan tak ternilai. Hanya pada-Nya kutujukan puji dan syukur atas segala yang diberikan kepada kaum muslimin.

Apa yang dapat dilakukan hati yang terbakar oleh cinta selain meratap dan mengharap? Dan apa yang bisa dipersembahkan kepadamu selain khayalan. Aku adalah debu di kakimu, sedang kecantikanmu bagai cahaya surga bagiku. Engkau adalah ciptaan langit sangat tak ternilai. Meskipun engkau adalah cahaya hidupku, tapi hari-hariku seperti dalam kegelapan. Dengan kecintaan pada lidahmu yang selalu bergetar saat engkau tersenyum, hatiku selalu berdebar. Dari kata-katamu kutemukan sebuah kelembutan yang mampu menyembuhkan luka.

Udara pagi membawa keharumanmu, menggembirakan hatiku. Betapa mempesona, jika kita dapat bertemu dengan seseorang yang dirindukan. Duduk bersama dalam kegembiraan dan memandangi permata langit di malam hari.

Wahai Putri, dapatkah aku merasakan kelembutanmu. Khayalan atas dirimu membakar benakku yang liar. Haruskah aku melukis semua garis-garis pada wajah bidadarimu? Tidak, pesonamu tidak akan bisa dihapus, karena tertanam kuat dalam sanubariku. Mungkin di dunia kita terpisah jauh dengan perbedaan. Meskipun di dunia terpisah jauh, semoga di lain dunia kita akan diberkahi. Amin…..



* Kutemukan dalam amplop merah jambu siang itu....
Semoga Pemiliknya dalam keadaan terbaiknya,...
Padahal, aku sangat tahu...
Ini bukan tulisannya..
Terimakasih karena ingin jujur...

Sebelumnya, pernah juga aku baca tulisan ini..
Tapi, tidak menyangka jika ada yang memberikannya untukku,..
Terimakasih.
Karena berani jujur...
Meski, sampai saat ini belum menemukan siapa orangnya..


By ; Mandaqutie

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Home   |    Profile   |    Articles   |    My Facebook    |    Downloads   |    Contact
1